![]() |
Tampak pembeli sedang berbelanja memilih sepatu di pasar senggol |
PANAM (Pepos)- Lokasi yang strategis di belakang pusat
perbelanjaan Giant dan dekat dengan kampus dan kos-kosan mahasiswa, serta di
dukung dengan fasilitas listrik, parkiran, Toilet, mushala, dan tentu saja
keamanan, kebersihan dan kenyamanan, membuat suasana Pasar senggol semakin
ramai oleh pembeli, ini terlihat ketika pekanbaru pos mencoba mengunjungi pasar
senggol, sabtu malam (03/11).
Memasuki pasar, tersedia parkiran yang cukup luas di sebelah
kanan, dengan penjagaan tiket masuk kendaraan seperti di sewalayan, dengan
membayar Rp 1000 rupiah, pengunjung tidak perlu was-was lagi dengan
kendaraannya, hilang atau pun tersenggol dengan kendaraan yang lain, karena ada
petugas parkir yang menata kendaraan pengunjung pasar.
Sekitar 300 lebih kios para pedagang dengan ukuran 3x3 meter
tertata
dengan rapi, pasar di atur berdasarkan blok-blok A sampai Z, untuk memudahkan
para pembeli mencari kios yang di inginkan, lantainya menggunakan semen
permanen, dan untuk sementara menunggu bantuan tenda dari pemko, para pedagang
menutupi kiosnya dengan terpal biru, dan saat hujan datang pedagang tidak perlu
kuatir dengan barang dagangannya kebasahan, atau harus menutupi dengan terpal, karena
kios para pedagang sudah dibuat permanen dengan atap-atap plastik disetiap
tempat berjualan pedagang, tidak ada banjir dan tanah lembek yang terlihat,
seperti di takutkan para pedagang lain, karena di sekeliling pasar sudah ada renaise
untuk menampung air hujan yang datang.
Keamanan pasar sangat terjamin, karena sudah ada petugas keamanan
yang disediakan oleh pihak pengelola pasar, yang berjaga di Pos penjagaan di
pintu masuk pasar, dan jika para pedagang selesai berjualan, mereka tidak
membawa barang dagangannya pulang, mereka meninggalkannya di kios
masing-masing, hanya menutupinya dengan terpal, karena pihak keamanan setiap
malam melakukan ronda keliling menyusuri blok blok kios para pedagang.
Untuk masalah sewa lapak, para pedagang menilai sangat transparan
pengelolaannya, karena pedagang membayar langsung melalui bank Riau, setelah
mengisi formulir dengan data yang lengkap, para pedagang menyetor ke pada
teller bank sebesar 450 ribu rupiah untuk setiap bulannya, tidak ada calo,
tidak ada pungutan-pungutan lain, atau bahkan jatah preman seperti pasar-pasar
lain "450 itu sudah bersih, untuk keamanan, kebersihan, listrik, dan
kios" Kata Eci (21) pedagang.
Eci mengatakan,
sebenarnya tempat tersebut sangat nyaman untuk para pedagang berjualan, kalau
untuk alasan sewa yang mahal, ia merasa pengeluarannya hampir sama saja,"
Bayangkan saja, di pasar yang lama kita
dikenakan tarif listrik 5000 x 2 lampu = 10.000, kebersihan 1000, keamanan
3000, belum lagi biaya sewa gudang 100 ribu perbulan, totalnya 490 ribu
perbulan" Kata Eci.
" Itu dana yang
masih terlihat, belum lagi pungutan-pungutan yang lain" Tambahnya.
" Kalau yang mengatakan biayanya mencapai 900 ribu, itu
karena ada sebagian para pedagang yang mengambil kios 2 unit, 450 dikali dua
kan 900 ribu" Ujar Eci.
Untuk masalah becek
atau kotor, eci yang sudah berjualan selama 2 bulan di pasar senggol mengaku
tidak mengalaminya, " Mungkin waktu pertama kemarin iya,
namanya juga baru, tanahnya masih belum padat" Katanya.
"Kalau sekarang
sudah tidak lagi, soalnya kita di bebaskan untuk memperbagus kios dengan permanen,tidak
seperti pasar yang disana dulu, kita tidak bisa bebas" Katanya lagi.
Dan masalah kebersihan, pedagang hanya tinggal menaruh sampah
dagangan di depan kios, nanti ada petugas kebersihan yang mengambilnya,"
Dan kita tidak membayar, karena sudah masuk biaya 450 ribu tersebut"
Ungkap Eci kepada pekanbaru pos.
Hal senada disampaikan Anto (30) Pedagang Baju anak-anak ia mengaku
lebih trasparan pengelolaan di pasar yang baru, karena disini tidak ada
pungutan," sama-sama taulah, yang namanya pasar, pasti ada jatah preman,
Untuk RT, RW, Pemudalah, alasannya keamanan" Kata Anto.
Anto membantah kalau
di Pasar yang lama tidak ada membayar lapak, "Mungkin iya, untuk pedagang
yang lama, tapi untuk pedagang yang baru, dikenakan kok" Katanya.
"Disana biasanya para pedagang membayar 400, 700 hingga
800 ribu kepada pak haji atau juga cina pemilik ruko" kata Anto lagi.
Kalau alasan pedagang
tidak ada tempat lagi itu tidak benar, " Karena yayasan sudah menyiapkan
tempat untuk para pedagang disana, jika mau pindah, saat ini sedang
dikerjakan, lagi tahap pembersihan" Tutur anto kepada pekanbaru pos.
Anto mewakili para
pedagang pasar senggol meminta ketegasan Walikota
untuk bertindak cepat, karena alasan para pedagang tidak mau pindah disebabkan
pembeli yang kurang bukan alasan," memangnya dulu waktu pasar jongkok
baru dibuka, langsung ramai, tidak kan" Kata Anto.
" Coba para
pedagang semua kompak, pindah ke pasar yang telah disediakan pemko, Saya yakin 100 persen seadainya disana di
tutup,pasti disini ramai" Katanya.
Ia menambahkan agar
Walikota jangan Plin-plan dalam menertipkan para pedagang, karena jika pasar
jongkok masih dibuka, banyak para pedagang yang gulung tikar,"Kuncinya
satu, tindak
tegas pedagang yang membandel" Jelas anto.
"Pasti ada kepentingan yang mengkompori para pedagang, karena
yang demo kemarin tidak semua dari pasar jongkok, karena sudah 80 % persen
pedagang lama sudah pindah kesini, yang disana
banyak pedagang baru" Katanya.
"Hanya pedagang sepatu dan tas itu saja yang lama, yang
lainnya pedagang baru yang memanfaatkan momen" Tutupnya.
Sementara itu Nara
(27) Mahasiswa mengaku pasar yang baru sangat nyaman, lebih tertata dan tertib,
ia suka berbelanja di pasar senggol karena lebih bersih dibanding dengan pasar
yang lama," Pasarnya juga dekat dengan kos saya, kalau mau belanja, jalan
kaki juga dekat" Aku Nara.
Ia menyayangkan
pedagang yang masih berjualan di pasar jongkok,
karena sangat mengganggu," disamping macet, juga mengganggu keindahan
kota, katanya pekanbaru kota peraih penghargaan
adipura, kok pasarnya tidak tertata dengan baik"
Tuturnya.
Hal senada di
ungkapkan Erna Ruwati (42) Warga kota pekanbaru, tidak etis rasanya, melihat
pasar-pasar di tepi jalan, disamping tempatnya tidak beraturan, pembeli juga
harus was-was saat melewati pasar tersebut,
agar terhindar kecelakaan, dari padatnya arus lalu lintas, dan diperparah
pedagang yang suka sembarangan menggelar dagangannya," Mari sama-sama
melestarikan kota, biar indah, ikuti peraturan yang ada dikota pekanbaru"
Kata Erna.
Ia menambahkan
pemerintah harus terus mensosialisasikan keberadaan pasar senggol kepada
masyarakat,"harus ada kerja sama antara masyarakat, pedagang dan
pemerintah untuk keindahan Kota bertuah ini" tutupnya. Didi Wirayuda
No comments:
Post a Comment