![]() |
| Harga mobil disemua tipe, rata-rata mengalami kenaikan sekitar Rp 2 juta sampai Rp 3 juta foto Didi Wirayuda |
Laporan Didi Wirayuda (Wartawan Pekanbaru Pos)
PEKANBARU (Pepos)-Pangsa pasar otomotif di Provinsi Riau masih lesu memasuki kuartal ke III di tahun 2015 ini. Beberapa diler mobil dan motor mengaku penjualan menurun 20 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Hal ini disebabkan daya beli yang masih belum bergairah, akibat melemahnya rupiah dan rendahnya penyerapan APBD Provinsi Riau saat ini.
Hal ini dibenarkan Owner Dealer Yamaha Mahkota Motor Group Cabang Rumbai, Pendi. Ia mengakui jika kendaraan roda dua saat ini sedang mengalami penurunan penjualan, Pendi mengatakan ekonomi Riau khususnya Pekanbaru saat ini sedang sepi, selain dampak ekonomi Nasional juga karena harga komoditas turun seperti sawit dan karet.
"Rendahnya penyerapan APBD Provinsi, kebijakan pemerintah soal BBM yang memakai mekanisme pasar membuat harga naik turun,"Sebutnya kepada Pekanbaru Pos, Senin (24/8).






%2BRiau%2C%2BOndi%2BSukmara%2Bsaat%2Bmunas%2BPHRI%2B2015%2Bdi%2Bhotel%2Bgrand%2Bsahid%2Bjakarta%2Bfoto%2Bistimewa.jpg)