SIKAP
Oleh : Didi Wirayuda
Wartawan Gagasan
![]() |
| Kru Gagasan mengejar Deadline |
KOMPLEKSNYA permasalahan dan ramainya perdebatan tentang
beasiswa yang ada di UIN Suska, menimbulkan pertanyaan di kalangan mahasiswa.
Soal beasiswa yang tidak tepat sasaran,
sosialisasi yang kurang, rumitnya mengurus persyaratan, pungutan-pungutan liar
dari fakultas, serta diperparah dengan calo-calo beasiswa yang sudah lama
mendarah daging di kampus madani ini. Mereka manfaatkan kesempatan dalam
kesempitan. Sedikit membuka mata kita. Ironis memang, benih kejahatan intelektual
ini mengakar di sebuah kampus yang menjunjung tinggi nilai keislaman.
Kasus
ini sebuah potret sulitnya menjadi jujur di negeri ini. “Ingin dapat beasiswa,
berbuatlah curang.” Mungkin itu ungkapan yang cocok untuk menggambarkan fenomena
tersebut.
Jean
Baudrillard, seorang filsuf Perancis
mengatakan tipologi kejahatan yang sistematis dan terorganisir seperti kasus kejahatan ala para intelektual sebagai kejahatan yang sempurna. Sebuah tindak kejahatan yang sudah tertata rapi, terkontrol dan tersembunyi, sehingga tidak tercium baunya. Karena yang melakukan kejahatan ini adalah para intelektual civitas akadermika kampus yang dipercaya sebagai ladang moral generasi bangsa.
mengatakan tipologi kejahatan yang sistematis dan terorganisir seperti kasus kejahatan ala para intelektual sebagai kejahatan yang sempurna. Sebuah tindak kejahatan yang sudah tertata rapi, terkontrol dan tersembunyi, sehingga tidak tercium baunya. Karena yang melakukan kejahatan ini adalah para intelektual civitas akadermika kampus yang dipercaya sebagai ladang moral generasi bangsa.





