![]() |
Banjir di Garuda Sakti Semakin Parah |
PANAM-
Macet panjang terjadi dari simpang panam hingga buluh cina garuda sakti, hal
ini karena banjir yang di akibatkan hujan deras yang mengguyur Kota Pekanbaru
sekitar 1 jam, kamis pagi (18/10). Ratusan kendaraan roda empat dan roda dua,
tampak bergantian melewati kubangan banjir, ada juga yang sampai turun dan
mendorong motornya karena mati kemasukkan air, beberapa pedagang, tampak
membersihkan genangan air yang masuk ke dalam ruko dan kios dagangan mereka.
Salah seorang pemilik Kios Ponsel, Rudi (37) mengatakan hujan dimulai
sekitar pukul 10:00 WIB," Satu jam aja, sudah membuat banjir"
Katanya. Rudi mengaku daerah garuda sakti ini, sudah menjadi langganan banjir
kalau hujan," Ini karena pembersihan selokkannya setengah-setengah"
Ujarnya. Pengerukan selokkan hanya beberapa tempat saja, sementara mulai dari
Pesona Swalayan tidak dilakukan pendalaman selokkan oleh dinas kota, " Ini sangat merugikan kami para
pedadang, karena omset menurun akibat banjir" Katanya.
Sementara daerah
Tabek Gadang yang biasanya banjir parah, kini terpantau sudah agak lumayan,
hanya beberapa genangan air yang terlihat. Seorang pengendara motor, Yati (47)
merasa agak lega dengan hal ini, biasanya daerah ini paling parah banjirnya,"
Kalau dulu hujan sebentar saja, airnya
langsung naik, dan itu sangat menganggu pengendara yang lewat" Katanya.
Semoga banjir ini dapat teratasi seperti sekarang ini" Ya lumayanlah,
sudah mulai ada perubahan" warga sudah banyak yang sadar untuk menjaga
agar tidak buang sampah sembarangan" Tambahnya.
Hal senada di
akui oleh seorang pekerja Dinas Kebersihan Kota, Teti (45) yang mengaku mereka
di perintahkan oleh Pekerja Umum (PU) kota,
untuk membersihkan semua selokan di Kota Pekanbaru. terindikasi akan berakibat
banjir, "Mulai pukul delapan sampai pukul empat, kami masuk kedalam
selokan dan mengoreknya hingga bisa menembus selokan yang tersumbat
tersebut" Katanya. " Kami sampai merayap,karena kalau tidak
bersih,bos marah" Tuturnya. "Tapi untuk di garuda sakti, memang selokannya yang belum ada, hanya ada beberapa selokan, itu pun dangkal" Ungkap Teti lagi.
Hari ini dua mobil yang terjun untuk membersihkan selokan di Tabek Gadang,
satu mobilnya berisi 18 orang pekerja," Berarti kalau dua mobil 36 pekerja," Katanya. Dan tiap harinya
mereka berganti lokasi pembersihan, tergantung jadwal yang ada " Kami
sebagai pekerja berharap warga harus sadar dengan kebersihan selokkan ini,
dengan tidak membuang sampah sembarangan" Tambahnya. _Didi Wirayuda
No comments:
Post a Comment