Oleh : Didi Wirayuda
![]() | ||
Tampak satpam sedang berkeliling mengamankan kendaraan |
Ia lapor ke satpam yang berjaga sambil menyebutkan ciri-ciri
kendaraannya. Lalu satpam menyuruhnya langsung ke pos satpam di depan rektorat.
Di pos ia ditanya bukti kepemilikan kendaraan. Itu difotokopi
sebagai data untuk jurnal satpam. Setelah semua usai, ia diberi sosialisasi
untuk senantiasa mengunci ganda sepedamotor. Dan memastikan bawaan tidak ada
yang tertinggal di sana.
Kata Julianto kunci
itu tertinggal karena terburu-buru. Karena konsentrasinya berkurang. Ia
berharap agar satpam dapat memperbaiki kinerjanya. “Kalau bisa sepedamotor yang
tertinggal, jangan di bawa ke pos. Kasian yang salah duga, dikiranya
hilang,” katanya.
Kejadian yang sama juga terjadi di Pusat Bahasa UIN Suska
Sukajadi. Nurjanah, Mahasiswi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, ia pernah
ketinggalan sepedamotornya di pusat bahasa. Waktu itu ia terburu-buru, Senin
(19/3).
Ia lapor pada satpam, kemudian ia ditanya bukti kepemilikan
kendaraan. Kuncinya pun dikembalikan ketika hendak menjemput sepedamotor dengan
satpam tersebut. “Belikanlah Bapak kopi dan gorengan,” ujar satpam. Karena
terburu-buru Nurjanah berikan sejumlah uang sebelum pergi.
Ia mengucapkan terimakasih kepada satpam yang berjaga. Karena
telah mengamankan sepedamotornya. Namun ia sarankan selayaknya satpam tidak
minta imbalan walau sedikit karena itu sudah tugasnya. “Apalagi sama anak kos.
Kalau lagi nggak ada uang gimana?” katanya.
Berdasarkan pemantauan dan sebaran angket Gagasan, kunci
sepedamotor tertinggal karena mereka
terburu-buru ke kampus. Tidak sedikit mahasiswa lebih dari dua kali ketinggalan
kunci.
Menurut Ikhlas Koordinator Lapangan (Korlap) saat ditemui,
Senin siang (7/5), mahasiswa kerap lupa memastikan kunci sudah diambil, usai
memarkir kendaraannya. “Satu hari minimal sepuluh kunci tertinggal,” ujarnya.
Sejak Januari hingga Juni 2012 ada empat kasus kehilangan
sepedamotor. Kendaraan mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FASTE) raib saat
parkir di halaman gedung Islamic Center. Selanjutnya hal sama terjadi di
Fakultas Pertanian dan Peternakan, juga di halaman rektorat. Beberapa hari yang
lallu sepeda motor di parkiran Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum turut lesap. Dua
bulan sebelumnya pihak satpam berhasil mengagalkan aksi pencurian sepeda motor
di depan Perpustakaan UIN Suska. Hal ini membuat pihak satpam menegur keras
bila ada mahasiswa yang berlama duduk di atas sepedamotor.
Daus, seorang satpam mengatakan bukan tidak mau untuk
menyimpan kunci kendaraan yang tertinggal. “Kami dilarang untuk 86 di tempat,”
kata Daus. Sesuai aturan PT Cahaya Citra Mulia yang menangani satpam UIN Suska,
satpam yang menemukan kunci dilarang menyelesaikan di tempat. Mereka harus
menghubungi komandan untuk mengamankan kendaraannya ke pos. “Kalau dulu,
biasanya kami tunggu, jika tidak
juga ada laporan kehilangan, baru
dibawa ke pos,” ujar Daus.
Menurut Daus kini di pos satpam ada 30 KTM sementara belum
diambil mahasiswa. Belum lagi barang berharga, dompet, handphone, dan
lainnya. “Setiap hari ada saja mahasiswa yang ketinggalan,” katanya.
Terkadang mahasiswa tidak menghargai satpam. Ada mahasiswa yang langsung pergi
begitu saja, memaki-maki, membentak, sampai ada yang mengajak berkelahi. “Gimana
kerja kalian ini, tidak becus. Kenapa bisa hilang,” tirunya. Beberapa pegawai
ada juga yang tidak mengikuti peraturan. “Kalau dikasih tahu, kadang dia yang
malah marah.”
Sistem kerja satpam empat hari jaga dan dua hari libur. Dua
hari pagi, dua hari malam. Dengan personil yang terbatas mereka harus bekerja
maksimal, mengamankan kampus. “Jika terjadi sesuatu, kami juga nanti yang dimarahi
pihak rektoratm,” ujarnya.
Mengenai komentar proses pengambilan kunci dipersulit. Secara
prosedur tidak ada dipersulit. Mahasiswa hanya perlu menunjukkan KTM, Kartu
Tanda Penduduk, serta STNK asli. Selanjutnya di kopikan untuk arsip satpam.
Jika kartu atau surat yang diminta tidak ada, kendaraan masih tetap ditahan.
“Tapi, biasanya urusan itu selesai satu hari,” katanya.
Personil satpam hanya 39 orang, termasuk dengan tiga orang
DANRU (Komandan Regu). Nenong salah satu korlap, pihaknya telah rencanakan
penambahan anggota dihari sibuk. “Jadi anggota hari Jumat dan Sabtu ditarik dua
orang untuk membantu berjaga pada hari-hari sibuk,” terangnya.
Nenong berpesan mahasiswa agar hati-hati memarkirkan
kendaraannya. Pastikan bahwa apa yang di bawa, seperti tas, kunci, dompet, dan
barang berharga lain jangan di tinggal di sepedamotor.
Sejauh ini pihaknya telah tempelkan berupa himbauan di tiap
fakultas. Berisi untuk menjaga ketertiban berkendaraan. Satpam juga pernah coba
menggembok kendaraan mahasiswa yang melanggar area parkir. “Pernah di Tarbiyah
dan Faste. Tapi mereka putus dan buang rantai yang dipasang,” tambahnya.
Untuk saat ini mahasiswa sudah mulai tertib. Menurutnya jika
portal depan UIN Suska selesai dan adanya pass masuk, kerja pihaknya
menjadi lebih ringan. “Kita perketat di gerbang. Yang lain tinggal patroli,”
terangnya. Ia tetap mengharapkan kerja sama dari civitas akademika. “Tetap
kunci ganda sepedamotor,” tutupnya.
Pihaknya berencana untuk melakukan dialog terbuka dengan
mahasiswa. Terkait aturan maupun kinerja satpam di UIN Suska. Ia meminta
kerjasama dari seluruh pihak untuk menjaga ketertiban dan keamanan kampus.
Hanifah, Kabag Rumah Tangga UIN, menilai kasus kunci motor
ini disebabkan kelalaian mahasiswa. “Itu kesalahan mahasiswa sendiri mengapa
meninggalkan kunci motor dan tidak mengunci gandakan motornya. Tugas utama
satpam hanya menjaga keamanan kampus, bukan keamanan kendaraan mahasiswa. “Jadi
bukan satpam yang salah,” katanya. _Riki, Gilang, Wilna
No comments:
Post a Comment