Menerima pemotretan WEDDING CERRMONY PRE WEDDING WISUDA EVENT BIRTHDAY MODEL PRODUCT DLL CONTACT US 081368052602 PIN 2BC87F83 DISKON 30% SELAMA PROMOSI TRUST US TO CAPTURE YOUR SPECIAL MOMENT AND BRING OUT YOUR IMAGINATION TO REAL IMAGE

Thursday, September 3, 2015

Pemerintah Baca Ini! Generasi Kita Terancam Bodoh Karena Asap

Asap di Riau. FOTO: dok/jpnn.com

Kondisi asap di Riau kian parah. Asap pun sudah menyusup ke dalam rumah. Pemerintah berjibaku 'katanya' mencari solusi, tapi asap seolah tak mau pergi. Meski disebut kiriman, namun bencana asap ini jelas bukan sembarangan. Generasi hari ini dan yang akan datang, sedang terancam menjadi bodoh karena terus menerus menghirup asap.

DIDI WIRAYUDA, Riau

Beberapa bocah penjaja koran terlihat semangat membagikan dagangannya di simpang lampu merah Mal SKA Pekanbaru, meski kabut asap menunjukan kondisi tidak sehat.

Rendahnya kepedulian dan pengetahuan tentang bahaya asap ini juga terlihat dari beberapa pengendara dan masyarakat yang enggan menggunakan masker saat keluar rumah.

''Padahal kabut asap ini mengandung zat-zat berbahaya bagi yang menghirupnya,'' ujar dr Paul Leonard Irawan, yang ditemui Pekanbaru Pos, saat acara pembagian masker gratis oleh RS Eka Hospital di simpang SKA, Rabu (2/9).

Tuesday, September 1, 2015

Pengusaha Sawit Tak Mampu Bayar Kredit



Laporan : Didi Wirayuda (Wartawan Pekanbaru Pos)

PEKANBARU (Pepos)-Anjloknya harga tandan buah segar (TBS) sawit Riau hingga Rp 500 perkilogram. Ternyata juga berdampak terhadap dealer mobil, hal ini disebabkan banyak pengusaha sawit saat ini yang sudah terlanjur membeli mobil, namun kesulitan melakukan pembayaran kredit akibat jatuhnya harga sawit. Bahkan sampai mengembalikan unit karena tidak sanggup membayar.

Hal ini disampaikan Agustan, Kepala Wilayah Suzuki Riau PT Sejahtera Buana Trada (SBT), ia mengatakan jika selama ini pengusaha sawit di Riau cukup dominan, membuat penurunan harga sawit saat ini berdampak besar bagi sebagian kalangan pengusaha sawit.

"Bahkan ditempat kita, ditemukan dua tiga kasus, leasing customer yang kembalikan mobil, karena tidak kuat mengangsur lagi,"Ujarnya kepada Pekanbaru Pos, Senin (1/9).

Thursday, August 27, 2015

Rupiah Melemah, Ini Waktu Yang Tepat Membeli Mobil


Grand New Avanza dan Grand New Veloz saat test drive yang dilakukan di Stadion Utama Riau foto didi wirayuda

Laporan : Didi Wirayuda (Wartawan Pekanbaru Pos)

PEKANBARU (Pepos)-Nilai tukar dollar terus menguat terhadap rupiah, hingga menembus level Rp 14.137. Hal ini tentu saja  berdampak berat bagi industri automotif. Rencana menaikkan harga mobil pun sudah di depan mata.

Sales Supervisor Agung Toyota Sutomo Budi Gunawan menuturkan, pihaknya tidak akan secepatnya menaikkan harga. Alasannya, kondisi ekonomi yang sedang lesu juga berpengaruh terhadap daya beli. Jika harga dinaikkan maka akan semakin memberatkan konsumen.

"Saat ini harga mobil Toyota masih belum ada kenaikan,"Ujarnya kepada Pekanbaru Pos, Kamis (27/8).

Bisnis Komputer dan Warnet di Riau Masih Aman

Ketua Asosiasi Pengusaha komputer Indonesia (Apkomindo) Riau, Yudistira Law foto didi wirayuda..


Laporan : Didi Wirayuda (Wartawan Pekanbaru Pos)

PEKANBARU (Pepos)-Meski pun Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) Pusat mengaku krisis ekonomi tahun 2015 ini sangat berdampak kepada pengusaha komputer, akibat banyaknya konsumen beralih ke gadget. Namun hal ini tidak terlalu berdampak di Riau.

Hal ini disampaikan, Ketua Asosiasi pengusaha komputer Indonesia (Apkomindo) Riau, Yudistira Law,  ia mengatakan memang ada pengaruhnya sekitar 20 persen, namun hal ini menurutnya masih kecil.

"Kalau di Riau dampaknya tidak terlalu terasalah"Ujarnya kepada Pekanbaru Pos,  Kamis (27/8).

Ia menjelaskan tren gadget dua tahun belakangan ini memang cukup booming, karena kebiasaan masyarakat Pekanbaru sendiri tipe yang ingin mencoba sesuatu yang baru. Namun tentu saja bagaimana pun canggihnya gadget seperti tablet, belum bisa menggantikan komputer.

Penyerapan APBD Riau Rendah, PHRI Optimis Okupansi Hotel Meningkat

Ketua PHRI Riau Ondi Sukmara, terlihat berdiskusi dengan para Chef Hotel  foto didi wirayuda

Laporan : Didi Wirayuda (Wartawan Pekanbaru Pos)

PEKANBARU (Pepos)-Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar hingga di angka Rp 14.137, tidak terlalu berpengaruh terhadap hunian hotel di Riau. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Riau justru memprediksi okupansi hotel di Riau khususnya Pekanbaru akan cenderung meningkat pada semester III 2015 ini.

Hal ini disampaikan Ketua PHRI Riau Ondi Sukmara, Ia mengaku optimis jika semester ke tiga ini tingkat hunian hotel akan terus merangkak naik, pasalnya pada semester pertama okupansi tergolong rendah, berkisar 30 persen. Kemudian mulai membaik di semester ke II sebesar 60 persen.

"Disemester ke tiga ini okupansi hotel berkisar 62 sampai 65 persen hampir merata diseluruh hotel,"Ucapnya kepada Pekanbaru Pos, Rabu (26/8).

Tuesday, August 25, 2015

PHRI dan ICA, Dukung Riau Sebagai The Homeland of Melayu

Ketua PHRI Wilayah Riau Ondi Sukmara salam komando bersama Ketua Indonesian Chef Association  BPD Riau, Bangun foto didi wirayuda



Laporan : Didi Wirayuda (Wartawan Pekanbaru Pos)

PEKANBARU (Pepos)-Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) RIAU bersama Indonesian Chef Association (ICA) BPD Riau (ICA) menggelar pertemuan serius di Hotel Furaya, pertemuan ini terkait dukungan Riau menjadi pusat ekonomi dan kebudayaan Melayu di Asia Tenggara.

"Kita PHRI dan ICA siap mendukung visi misi Riau sebagai the Homeland of Melayu,"Ujar Ketua PHRI Wilayah Riau Ondi Sukmara, Senin (24/8).

Monday, August 24, 2015

Pasar Sepi, Pedagang Ponsel Turun Omset

Tak hanya otomotif, beberapa pedagang telepon seluler  mengaku terjadi penurunan omset yang luar biasa foto didi wirayuda  

Laporan : Didi Wirayuda (Wartawan Pekanbaru Pos)

PEKANBARU (Pepos)-Tak hanya otomotif, beberapa pedagang telepon seluler (ponsel) mengaku terjadi penurunan omset yang luar biasa, akibat melambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang diperparah rendahnya penyerapan APBD Provinsi saat ini. Hal ini tentu saja menjadi keluhan pedagang karena terjadi penurunan omset hingga 50 persen.

"Biasanya weekend omset kita di atas 20 Jutaan, kalau sekarang dapat 5 jutaan saja sudah syukur,"Ujar Milla Sales Promotion Girl, Okeshop Mal Pekanbaru, Senin (24/8) kepada Pekanbaru Pos.